perahu berlabuh pada sandinya
perlahan meriakan keruhan air di tepi dermaga
bagaimana kita hidup bagai manusia
yang berakhir pada pelabuhan ketiadaan raga

MANUSIA SETENGAH SALMON

MANUSIA SETENGAH SALMON

Judul : Manusia Setengah Salmon
Penulis : Raditya Dika
Tahun terbit : 2011 
Jumlah Halaman: VII+258
Jenis : Nonfiksi komedi (Rak Buku Populer)


Tidak berbeda dengan buku-buku sebelumnya, Manusia Setelah Salmon adalah cerita pribadi Raditya Dika yang absurd. Radith masih mengambil tema besar mengenai kisah percintaan selama hidupnya, dengan tambahan menganalogikan cinta dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana dia menganalogikan kebiasaan keluarganya pindah rumah dengan hubungan asmara yang sering berpindah-pindah layak untuk menjadi bahan renungan kita, atau bagaimana Radith ingin memberhentikan sopirnya karena bau ketek namun tidak tega, seperti cinta yang seringkali dibumbui dengan ketidakjujuran karena tidak ingin menyakiti orang lain.

Buku ini ditulis dengan gaya santai mirip ketika orang menulis diary. Bahasanya yang mudah dicerna dengan taburan komedi membuat buku ini sangat cocok dibaca baik ketika sedih, senang, maupun suasana hati yang sedang digandrungi anak muda: GALAU.

THE CROSS & THE CRESCENT

THE CROSS & THE CRESCENT

SPESIFIKASI
Judul : The Cross & The Crescent
Penulis : Richard Fletcher
Tahun Terbit : 2007
Jumlah Halaman: xiv + 195
Jenis : Non Fiksi (Sejarah)

The Cross and the Crescent menuturkan relasi antara umat Muslim dan Kristen sejak pasca wafatnya Nabi Muhammah Saw hingga masa Reformasi Eropa. Buku ini menyajikan gambaran dan tijauan jelas mengenai riwayat ketika Islam dan Kristen pernah berdampingan dan saling berbenturan sejak perjumpaan awal antara keduanya. Karya ini termasuk catatan penting di bidang sejarah. Dari sini kita tahu bahwa Islam dan Kristen tak selalu berseteru.

Relasi antara kaum Muslim dan Kristen terbentuk melalui penaklukan, diplomasi, ziarah ke kota suci, dan perniagaan yang membawa keduanya ke dalam kontak insentif. Sebelum terjalin interaksi positif tersebut, terjadi kesalahpahaman tentang orang Muslim terhadap kristern, begitu pula sebaliknya, yang sempat menjerumuskan kedua pemeluk agama ke dalam konflik berdarah dan berkepanjangan.
2

SPESIFIKASI
Judul : 2
Penulis : Donny Dhirgantoro
Tahun Terbit : 2011 

Jumlah Halaman : vi + 418
Jenis : Novel Populer

Novel 2 berkisah tentang perjuangan Gusni Annisa Puspita, seorang perempuan yang kelebihannya adalah kelemahannya. Gusni lahir ditengah-tengah keluarga yang mencintai bulutangkis. Penghasilan keluarganya berasal dari bisnis penjualan kok, sementara kakaknya, Gita kelak menjadi atlet bulutangkis nasional.

Berawal dari menonton Susi Susanti bermain di final bulutangkis Olimpiade Barcelona 1992 di televisi bersama keluarganya, Gusni kecil bercita-cita menjadi seorang pemain bulutangkis. Alasannya sederhana, untuk membuat kedua orangtuanya bahagia seperti yang dirasakan ketika Susi Susanti mendapat medali emas Olimpiade.

Nyatanya jalan menjadi pemain bulutangkis tak semudah membalik telapak tangan, bahkan nyaris mustahil. Gusni ditakdirkan memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari anak-anak seumurannya akibat penyakit keturunan yang baru ia ketahui ketika menginjak umur 18 tahun. Namun itu tidak membuatnya putus asa, berbagai cara dia lakukan untuk memenuhi cita-citanya sebagai pebulutangkis nasional sekaligus untuk mempertahankan hidupnya.

Perjuangan hidup Gusni sangat inspiratif dan mengharukan, dan Donny Dhirgantoro lagi-lagi membuat pembacanya sadar apa arti kehidupan sebenarnya. Sebuah buku yang sangat direkomendasikan untuk dibaca.

SI CACING DAN KOTORAN KESAYANGANNYA 2!

SI CACING DAN KOTORAN KESAYANGANNYA 2!

Judul : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!
Penulis : Ajahn Brahm
Tahun Terbit : 2011
Jumlah halaman: 340
Jenis : Non Fiksi Populer


Buku ini merupakan kumpulan tulisan seorang Biksu terkenal bernama Ajahn Brahm. Meskipun seorang agamawan, namun tulisannya tidak bercerita tentang ajaran-ajaran agamanya secara langsung. Ajahn Brahm lebih sering menceritakan bagaimana cara kita mengisi kehidupan kita agar memperoleh kebahagiaan.

Buku ini berisi 108 cerita pendek tentang lika-liku kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan bahasa yang ringan dibaca. Meskipun Ajahn Brahm belum mengenali kita, namun tulisan-tulisannya menggambarkan berbagai masalah yang kita alami sehingga seperti sedang mencarikan solusi bagi masalah-masalah yang kita hadapi. Semua dapat diceritakan dengan baik karena Ajahn Brahm memahami bahwa tujuan kita hidup adalah untuk bahagia, dan Ajahn Brahm menawarkan sebuah gagasan cara menuju bahagia dalam buku ini.

SURAT KECIL UNTUK TUHAN


SURAT KECIL UNTUK TUHAN

SPESIFIKASI
Judul : Surat Kecil untuk Tuhan
Penulis : Agnes Davonar
Tahun Terbit : 2011

Jumlah halaman: x + 236
Jenis : Novel (non Fiksi)

Surat Kecil Untuk Tuhan adalah sebuah buku yang diangkat ari kisah nyata perjuangan seorang gadis remaja Indonesia bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke, gadis cantik, pintar, dan mantan artis penyanyi cilik berusia 13 tahun yang menjadi penderita kanker jaringan lunak pertama di Indonesia.

Kanker itu menyerang wajahnya yang cantik dan menjadikannya seperti monster, bahkan dokter pun menyatakan kalau hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja. Tak mau menyerah, ia bersama ayahnya terusa berjuang agar Keke bisa lepas dari vonis kematian, hingga akhirnya Keke mampu bertahan hidup lebih lama dari vonis yang dijatuhkan dokter.
Novel ini menjadi buku best seller di Indonesia, dan sudah diabadikan dalam film layar lebar. Kisah pantang menyerah ayahnya serta sikap ikhlas yang ditunjukkan Keke dalam buku ini bisa menjadi contoh bagaimana kita menghargai hidup. Sebuah novel yang pantang untuk dilewatkan.

DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

Judul : Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin
Penulis : Tere- Liye
Tahun Terbit : 2011
Jumlah Halaman: 256
Jenis : Fiksi Populer


Novel-novel karya Tere Liye kebanyakan bercerita mengenai kasih sayang dalam keluarga, tak terkecuali pada buku ini. Keluarga merupakan pilar penting dari beragam hal yang dirasakan dalam hidup manusia seperti cinta, kasih sayang, kepribadian, harapan, maupun cita-cita. Keberadaan keluarga yang membentuk kepribadian seseorang pula lah yang menjadi inti dari kisah dalam buku ini.

Tania kecil yang kehidupannya telah diwarnai dengan kejamnya kemiskinan kota tiba-tiba mendapat malaikat yang menolong kehidupan keluarganya. Kesehariannya berubah dari seorang pengamen menjadi gadis terpelajar dengan prestasi gilang gemilang. Keberlangsungan yang tumbuh kemudian memunculkan perasaan cinta dalam diri Tania terhadap orang yang sudah mengubah hidupnya. Tapi mungkinkah ia berhak mendapatkan cinta dari seseorang yang sudah dianggap anak oleh ibunya sendiri? Pantaskah dia mencintai malaikat keluarganya? Apakah malaikat tersebut memiliki perasaan yang sama dengannya ataukah hanya rasa kasih sayang kakak pada adiknya?

Tentang Mata

               
                Mata, satu anugrah Allah yang sering kita lupa untuk jaga. Bayangkan jika dunia tanpa mata, atau mudahnya kita tanpa mata. Membaca, melihat, bergerak, belajar, bermain, bercinta, manakah yang tidak ada unsur dari mata yang menyokongnya?  Mata selalu ada ketika kita beraktivitas.
Mata itu bagi aku memberikan sebuah arti . Sendu, semangat. Mata itu adalah cerminan energimu.  Saat bahagia, saat sembab sedih, bahkan berapi- api. Mata memancarkan “aura” dari keteguhan jiwamu. Pernah suatu kali aku membaca dari buku motivator mana, *lupa, haha; dari mata kamu akan melihat seberapa kuat orang itu. Ya, aku pun menyadari bahwa mata juga menunjukan tekad seseorang. Tataplah mata maka kau akan melihat kekuatan orang itu
                Cukup. Mata dalam aktivitas. Aku ingin berbagi tentang “mata” yang pernah kulihat, terkandung kemurnian, dan “cahaya”. Pertama aku menatap, aku seakan tertarik ke dalam zona magnet yang ia pancarkan melalui matanya. Indah dan menawan. Entah ia sengaja atau tidak, tapi aku tetap terseret masuk ke dalam zona itu. Mata yang hitam sedikit coklat, bulat, pekat, namun bersinar. Kombinasi yang sedikit “aneh” karena terkandung hitam dan sinar. Tapi itulah matanya. Mata yang memancarkan energi dari dirinya. Tidak, tidak, matanya tidak sipit, juga tidak besar. Entah apa indikator besar dan kecil itu. Hanya, yang aku tahu pasti mata itu sedikit lebih besar dari kebanyakan, namun pas. Mata itu sangat cocok dengan garis wajahnya. Menambahkan unsur keindahan dari cahaya yang dipamerkan.
                Lembut untuk dilihat dan sejuk dirasakan. Pesona dari mata itu membujukku untuk larut dalam senyuman yang ditawarkannya. Tak sanggup untuk menolak, tak pula untuk melawan. Biarkanlah pandangan ini menerawang ke kedalaman arti yang dipancarkan.